Management Network & Access Point Debian - Sysadmin

  1. dan konfigurasi Interface :  ip add

  2. Edit konfigurasi IP : nano /etc/network/interfaces

  3. Edit resolver dns : nano /etc/resolv.conf

  4. Restart device : systemctl restart networking


Langkah - langkah Konfigurasi IP Address : 

1. Pertama kita cek kondisi interface terlebih dahulu “ip add” atau “ip link”  (ip link digunakan untuk mengecek tanpa melihat IPnya). Dari sini kita ketahui bahwa intercafe yang mengarah ke internet adalah enp0s3.



2. Selanjutnya kita akan edit konfigurasi dengan “nano /etc/network/interfaces. Kali ini kita menyesuaikan ip nya menjadi DHCP. Disini penulisannya sangat mirip dengan penulisan untuk looback, yang berarti jika komputer merestart maka akan otomatif menuliskan konfigurasi yang ada dibawahnya “iface lo inet loopback”. Lalu kita bisa menuliskan “iface enp0s3 inet dhcp”. Lanjut kita simpan dengan “Ctrl+x , kemudian Y dan kemudian Enter”.

3. Lanjut kita akan mengedit "resolver dns", resolver dns adalah pengaturan dns apa yang akan kita gunakan. Dalam hal ini DNS yang kita gunakan adalah DNS milik Open Google. yaitu webserver 8.8.8.8 dan webserver 8.8.4.4 Lanjut kita simpan dengan “Ctrl+x , kemudian Y dan kemudian Enter”.


4. Setelah kita mengkonfigurasi IP kita harus merestart dulu, dengan cara "systemctl restart networking" lalu kita tunggu prosesnya karena agak lama.

5. Disini kita sudah selesai melakukan konfigurasi. 
6. Catatan tambahan untuk trobleshoot : 
  • jika failed cek kembali /etc/network/interface pasti ada penulisan yang salah.
  • jika interface enp0s3 belum menyala (enable) maka enable dulu dengan perintah #ifup enp0s3
  • jika ingin mendisable enp0s3 perintahnya : #ifdown enp0s3
7. lakukan perintah ip add untuk melihat apakah PC kita sudah mendapatkan IP 

8. Langkah terakhir kita bisa melakukan ping dengan memasukkan ip yang telah kita dapat "ping 192.162.65.28" atau kita bisa memalukan ping dengan DNS Google yaitu "ping 8.8.8.8".


2. Konfigurasi IP Address Alias

IP Adreess alias adalah IP Tambahan yang di berikan di komputer, IP address tambahan itu disebut IP Address Alias. Berikut adalah langkah langkah konfigurasi IP Alias:

1. Masukkan "nano /etc/network/interfaces" untuk mengedit konfigurasi IP.
2. Lalu kita tulis IP alias yang akan di buat dengan ketentuan :
  • Ditulis nama interface pertama dan diikuti tanda titik dua (:) dibelakang nama interface
  • alias pertama dimulai dari 0
  • contoh jika nama interface adalah enp0s3, maka membuat IP Alias yang pertama ditulis enp0s3:0
Disini kita memasukkan IP Alias dengan IP :
IP Alias 1 : 172.16.10.1/29
IP Alias 2 : 172.16.10.2/29
IP Alias 3 : 10.20.1.1/29
Pastikan Penulisan benar agar konfigurasi dapat berjalan lancar!

3. Simpan Konfigurasi menggunakan Ctrl + x , lalu Y, lalu Enter.
4. Lalu restart device dengan "systemctl restart networking"


5. Langkah yang terakhir adalah lakukan Pengecekan dengan "IP Add"


3. Konfigurasi Hostname dan Hosts


Apa itu Hostname dan Hosts??

Hostname adalah nama yang ada di komputer dan Hosts adalah  pemetaan nama yang dapat kita panggil secara lokal. 
Disini kita mempunyai hostname yaitu deberik untuk mengeceknya kita bisa menggunakan perintah "hostname" ataupun perintah "hostnamectl", perbedaannya terletak pada hasil dari perintah yang digunakan jika kita mengunakan hostname maka hasil yang muncul hanya ada hostnamenya saja, tetapi jika kita menggunakan hostnamectl maka hasilnya akan lebih lengkap.

Selanjutnya kita akan mengubah hostname "deberik" menjadi "frederik"
1. Ketikkan perintah "hostnamectl set-hostname frederik" 

2. setelah perintah kita enter maka akan kita cek lagi menggunakan perintah seperti di awal tadi, dan kita dapat bahwa nama hostname kita telah berubah.

3. Namun kenapa di nama yang root tetap "@deberik"? nah cara agar namanya juga ganti adalah kita logout dulu lalu kita masuk lagi. Klik "exit" lalu kita tuliskan  root dan password kita lalu hostname kita akan berubah seperti ya g telah kita setting.

4. Sekarang kita rubah lagi menjadi "deberik.frederik.com"

5. Kita cek dulu IP kita dengan "ip add", karena kita menggunakan DHCP maka IP kita dapat berubah sendiri. Dan benar saja IP kita telah berubah menjadi 169.254.4.145/16

6. Sekatang kita masuk ke hosts, dengan Perintah nano /etc/hosts

7. Setelah kita masuk ke hosts, kita memberi hostname pada ip alias yang telah kita buat, agar ketika kita mengeping menggunakan hostname dapat langsung tertuju ke IP yang kita namai. Setelah dinamai kita keluar dengan ctrl + x , lalu Y dan Enter (untuk menyimpan konfigurasi).

8. Lalu coba kita mengeping dengan menggunakan nama Hostname.

9. Dan hasilnya telah berhasil. Setelah kita mengeping menggunakan Hostname yang kita buat maka akan langsung tersambung dengan IP nya.

4. Konfigurasi Repository

Repositori digunakan sebagai tempat kita mendownload atau menginstal packet atau aplikasi di debian kita. Untuk langkah-langkah konfigurasi repository ada 2 cara yang dapat digunakan yaitu dengan ISO/ DVD atau menggunakan Internet.
Berikut merupakan langkah-langkah konfigurasi Repository :

Update Repository berbasis ISO/DVD

1. Aktifkan/Enable dvd iso di Virtual box, untuk cara mengaktifkannya setelah login ke debian posisinya ada di pojok kanan klik kanan pada cd dan pilih iso yang akan digunakan.
2. Setelah memasukkan ISO lanjut ketikkan perintah "apt-cdrom add" untuk perintah revo dvd.
3. Lalu ketikkan perintah "apt update"


Menggunakan Internet

1. Ketikkan Perintah "nano /etc/apt/sources.list" untuk mengedit repo.


2. Cari alamat repo lokal di internet, disini kita menggunakan Data Utama Surabaya"

3. Ketikkan / salin alamat repo yang kita temukan di internet dan non aktifkan (dengan memberi "#" pada awal alamat repo yang awal.

4. Lalu ketikkan perintah "apt update" kembali.

5. Konfigurasi SSH Server Menggunakan Password

Konfigurasi SSH ini digunakan agar kita dapat meremote Debian kita menggunakan cmd ataupun putty. Syarat untuk meremote adalah IP yang digunakan harus 1 jaringan. Dan berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Ketik perintah "apt install openssh-server", jika semua sudah done lanjut kita mengecek IP kita. (karena IP kita menggunakan DHCP, jadi IP kita dapat berubah sendiri). Pastikan IP kita harus sejaringan dengan IP PC.
2. Klik "nano /etc/ssh/sshd_config" disini kita aktifkan port pada debian kita yaitu port 22.
3. Jika Sudah kita bisa masuk ke CMD dan kita coba login di CMD dengan "ssh erik@10.201.10.23 -p 22). Jika sudah bisa maka ssh kita sudah berhasil.

6. Konfigurasi SSH menggunakan Keygen

Sama halnya dengan sebelumnya pada part ini kita juga mencoba meremote debian kita tapi dengan tidak menggunakan password. Langsung saja untuk langkah-langkahnya.

1. Instal Keygen dengan perintah "ssh-keygen"

2. Lalu kita cek di "ls /root/.ssh, untuk mengecek apakh keygen kita sudah tersimpan di tempat yang sesuai.

3. Lalu kita cek Ip, karena IP kita menggunbakan DHCP jadi IP kita dapat berubah sendiri.

4. Lanjut kita membuat User baru dengan nama "wian".
5. lalu kita cek untuk login, disini percobaan kita gagal karena masih harus memberi password.

4. Sekarang kita memberi keygen untuk User kita agar bisa login tanpa memberi password. Kita masukkan perintah "ssh-copy-id -i .ssh/id_rsa.pub (nama user)@(ip)".

5. Terakhir, kita masukkan perintah "ssh wian@10.102.1.98 dan terbukti  bahwa kita sudah bisa login tanpa menggunakan password, maka keygen kita sudah berhasil.

7. Merubah Port SSH Server

Selanjutnya kita akan merubah Port dari SSH Server, yang awalnya Port 22 menjadi 18.
Langkah-langkahnya :
1. Klik "nano /etc/ssh/sshd_config"  untuk masuk dan melakukan konfigurasi.

2. Rubah Port dari yang awalnya 22 menjadi 18 dan hilangkan tanda # agar port dapat digunakan.



3. Setelah kita merubah Port lakukan restart SSH dengan "systemctl restart ssh"

4. Coba lakukan login ssh dengan perintah "ssh erik@10.201.10.23 -p 18" jika berhasil login maka kita sudah berhasil melakukan login dengan port yang berbeda.




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instal Debian - Sysadmin

Mail Marge - Informatika

QoS (Quality of Service) - Mikrotik